Login Anggota






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
 

Berita Jarimatika

Penawaran
Bergabunglah bersama kami dan raih sukses di bidang pendidikan,sekaligus berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa dengan biaya dan persyaratan yang ringan.  Selanjutnya
Kursus
Merupakan pelatihan aritmatika untuk anak usia 3 – 12 tahun. Kursus ini melatih anak agar memiliki kemampuan berhitung hanya dengan jari-jari yang mereka miliki sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan otak kiri dan kanannya tanpa harus membebani memori otak yang mereka miliki Selanjutnya
KOMUNIKASI
KETIKA MEMOTONG   Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, pesan, ide, atau gagasan dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan cara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, seperti tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu dan lain-lain. Cara seperti ini disebut komunikasi non verbal. Selanjutnya
TERIMAKASIH
MAAF DAN TOLONG   Suka atau tidak suka, kita akan selalu berinteraksi dengan orang lain. Itulah bukti dan ciri bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. Lalu, hubungan bagaimana yang harus kita bangun dengan orang lain agar hidup kita terasa lebih menyenangkan ? Selanjutnya
JUJUR
SIFAT ATAU KEAHLIAN “Jujur” adalah sebuah kata yang bermakna. Maknanya selalu dituntut untuk hadir di semua tempat dan kejadian. Di warung, di toko swalayan, di pasar, di rumah makan, di sekolah, di kantor, di lapangan olahraga, dalam kompetisi, dalam pertandingan, dalam keluarga, dalam hubungan cinta, bahkan dalam dialog dengan diri kita sendiri. Selanjutnya
Panduan Pendirian Unit
PANDUAN PENDIRIAN UNIT JARIMATIKA A.      PENDAHULUAN Unit Jarimatika adalah wilayah operasional Jarimatika yang meliputi wilayah seluas lebih kurang radius 1,5 km. Oleh karenanya jarak antar Unit Jarimatika minimal sejauh lebih kurang 3 km diukur dari titik ke titik. Pendirian unit Jarimatika atas dasar perjanjian kerjasama antara Jarimatika Indonesia dengan orang perseorangan, kelompok maupun lembaga tertentu yang karenanya akan diberi hak lisensi oleh Jarimatika Indonesia untuk menggunakan nama Jarimatika dan menyelenggarakan kursus Jarimatika di tempat yang... Selanjutnya

Polling

Bagaimana menurut anda kecepatan akses website JARIMATIKA ini?
 

Merchandise

Topi
Topi


Kaos
Kaos


Jaket
Jaket


Tas
Tas


Member Online



 
 
MARI BELAJAR DARI SUKSES ORANG JEPANG

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa Jepang selalu menjadi icon untuk keberhasilan dalam pekerjaan. Kehidupan yang maju dan didukung oleh kemajuan teknologi, tentunya menjadikan bangsa tersebut semakin berhasil. 


 

Nah, apakah yang menjadi rahasia dalam pencapaian itu? Banyak sekali tradisi Jepang yang dapat kita contoh untuk menuju sukses seperti mereka. 

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah bangsa pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2.450 jam/tahun. Sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika yang 1.957 jam/tahun, Inggris dengan 1.911 jam/tahun, Jerman hanya 1.870 jam/tahun dan Perancis 1.680 jam/tahun. Seorang pegawai Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh 5 - 6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang tidak dibutuhkan" oleh perusahan.   

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun-temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran. Ketika memasuki dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fonomena "mengundurkan diri" bagi para pejabat (mentri, politikus dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang-kadang bunuh diri karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang jepang lebih suka memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, anda akan bertanya-tanya dengan banyaknya orang Jepang yang ramai berbelanja di Supermarket pada sekitar jam 19:30. Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa ternyata sudah menjadi hal yang biasa  Supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separohnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui, Supermarket di jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

 4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertatt dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sitem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. 

 5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tetapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Moritayang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Philip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model porteble sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Mirota, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan oleh orang Jepang, patennya dimiliki oleh orang Amerika. Tetapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. 

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun di bawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akases ke luar negeri, menjadikan Jepang sangat tertinggal dalam bidang teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak saja menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, bjih besi dan kayu, bahkan 85 % sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Konon kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak buminya ke Jepang, maka 30 % wilayah Jepang akan gelap gulita. Rentetan bencana yang terjadi pada tahun 1945, yang dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul kemudian dengan kalah perang dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sedah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan, bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektonik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tape-nya yang mungil ke berbagai negara lain. tetapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama Shippaigaku (ilmu kegagalan).

 7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun orang dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di dalam densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuatman-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses  penerjemahan buku-buku asing (bahasa Inggris, Perancis, Jermas dll). Konon kabarnya legenda menerjemahkan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern ini. Biasanya terjemahan buku bahas Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku aslinya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja saja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu. Mengerjakan tugas matakuliah juga biasanya dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Sampai ada anekdot yang mengatakan bahwa "satu orang profesor Jepang akan kalah dengan satu orang profesor Amerika, hanya 10 orang profesor Amerika tidak akan bisa mengalahakan 10 orang profesor Jepang yang berkelompok". Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan "rin-gi" adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harius dibicarkan dalam "rin-gi".

  

sumber : http://iniunic.blogspot.com/2013/01/inilah-rahasia-sukses-orang-jepang-yang.html#ixzz2JAkOvxZY

 
 
 
© 2014 Jarimatika